Perkembangan Ekonomi

Perekonomian

1. Perkembangan ekonomi

Berdasarkan data BPS Kabupaten Tebo tahun 2012 Pendapatan Domestik Regional Bruto Kabupaten Teboberdasarkan harga berlaku mencapai Rp.3.533.631,54 juta, sedang kan PDRN berdasarkan harga konstan sebesar Rp. 1.034.765,52 juta, sedangkan angka laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tebo tahun 2012 sebesar 6,52 % (dengan migas) dan 6,68 % (tanpa migas).

Angaka BPS juga menunjukan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Tebo sampai tahun 2012 masih didominasi oleh tiga sektor unggulan yaitu sektor pertanian sebesar 53,51 Persen, namun secara struktur ekonomi Kabupaten Tebo selama 3 tahun belakangan ini mengalami pergeseran, karena munurunnya kontribusi sektor pertanian, dan meningkatnya sektor lainnya.

Peningkatan ekonomi ini sejalan dengan semakin membaiknya perekonomian secara makro, sehingga memberikan dampak yang cukup baik  dampak selanjutnya adalah menurunnya angka penduduk miskin tahun 2012 sebesar 6,35 %.

Kontribusi terbesar dalam perekonomian Kabupaten Tebo adalah sektor pertanian  ini, mengindikasikan bahwa sektor pertanian masih merupakan tumpuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dimana sektor pertanian selama ini telah mampu bertahan dalam menghadapi berbagai krisis ekonomi.

Struktur perekonomian Kabupaten Tebo relatif tidak banyak mengalami perubahan, sektor diurutan pertama sampai dengan kelima dalam memberikan kontribusinya masih tetap sama yaitu sektor pertanian, perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, jasa-jasa dan sektor bangunan. Jika dilihat berdasarkan sektor utama, maka sektor yang relatif konstan adalah sektor utilitas dan jasa, sedangkan sektor primer menurun dan sektor industri pengolahan meningkat. Dengan demikian pergesaran yang terjadi hanya pada sektor primer dan industri pengolahan.

Keadaan ini memperlihatkan bahwa peranan sektor primer dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tebo masih relatif besar, namun dimasa mendatang diharapkan sektor lain akan tumbuh lebih cepat seperti sektor jasa dan industri pengolahan (terutama agroindustri), sehingga sektor ini kedepan dapat menjadi penghela pertumbuhan ekonomi yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi dan daya serap tenaga kerja lebih banyak.

Perkembangan Pendapatan Domestik Bruto (PDRB) Kabupaten Tebo selama periode   2010 – 2012 adalah sebagai berikut

 

2. Perkembangan Investasi

Dengan berkembangnya perekonomian Kabupaten Tebo dan melambatnya laju pertumbuhan penduduk akan berdampak pada peningkatan PDRB per kapita.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi ini juga sejalan dengan semakin meningkatnya Tingkat investasi PMDN di Kabupaten Tebo denga tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 23,06 persen dari rencana investasi PMDN dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 28,32.

Investasi non fasilitas di sektor industri kecil tumbuh rata-rata sebesar 30,79 persen pertahun. Investasi disektor industri menengah juga tumbuh rata-rata sebesar 44,5 persen pertahun. Demikian juga investasi industri besar tumbuh rata-rata sebesar 32,21 persen pertahun.    Sedangkan investasi non fasilitas di sektor Koperasi tumbuh rata-rata sebesar 28,95.

Investasi PMA dan PMDN realisasi investasi PMDN di Kabupaten Tebo terus mengalami peningkatan rata-rata 31,32 persen,  investasi PMDN lebih banyak bergerak disektor perkebunan kelapa sawit dan karet, sektor pertambangan dan industri CPO, sedangkan investasi PMA lebih banyak bergerak di sektor minyak dan gas (migas) serta pertambangan batubara. minat investor swasta nasional untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Tebo relative baik.

 

3. Pemantapan Stabilitas Ekonomi Makro

Stabilitas perekonomian daerah sangat penting untuk memberikan kepastian berusaha bagi para pelaku ekonomi di daerah. Stabilitas ekonomi daerah dicapai ketika hubungan variabel ekonomi makro yang utama berada dalam keseimbangan, misalnya antara penerimaan dengan pengeluaran pembangunan daerah, antara tabungan dan investasi. Hubungan tersebut tidak selalu harus dalam keseimbangan yang sangat tepat.

Stabilitas ekonomi makro tidak hanya tergantung pada pengelolaan besaran ekonomi makro semata, tetapi juga tergantung kepada struktur pasar dan sektor-sektor. Untuk memantapkan stabilitas ekonomi makro, kebijakan ekonomi makro daerah harus terkordinasi dengan baik, melalui kebijakan perpajakan dan keuangan daerah, kebijakan perpajakan daerah harus didukung oleh kebijakan reformasi, yang ditujukan untuk merangsang investor masuk ke Kabupaten Tebo, kemudian memperbaiki struktur pasar kearah yang lebih kompetitif bagi pelaku-pelaku ekonomi didaerah, kemudian mendorong sektor perbankan untuk lebih berperanan dalam peningkatan investasi didaerah, penciptaan pasar tenaga kerja serta pasar barang dan jasa yang dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi pada sektor industri, pertanian, perdagangan, keuangan dan perbankan.

Dalam beberapa tahun terakhir inflasi terkendali pada tingkat yang cukup rendah, tingkat suku bunga mulai turun, kurs rupiah pun cukup stabil, sehingga aktivitas ekonomi telah mulai pulih. Pertumbuhan ekonomi mulai tinggi, kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan sudah membaik.